'Mams' Wahyu Utami
Kuasai Lukis Wajah dan 3 Bahasa Asing dari Perpustakaan
PerpuSeru. “Hola, Buenos dias!” Sebuah sapaan dalam bahasa Spanyol sempat membuat Wahyu
Utami, atau sering dipanggil Mams, terhenyak sejenak. Perempuan muda itu tak
menyangka seorang remaja yang mengaku dari Kolombia mengirimkan pesan lewat
Instagram. Isinya, remaja bernama Gerson itu meminta untuk dibuatkan lukisan
wajah dirinya oleh Mams. Gerson kagum dengan kemampuan Mams dalam menggambar
potret.
Jauh sebelumnya, Mams
juga pernah menggambar seorang pemuda Korea. Saat itu yang bersangkutan begitu
antusias memberikan komentar. Mams sampai harus susah payah belajar bahasa
Korea dan huruf Hangul. Mams sangat terkesan dan selalu teringat dengan
kejadian itu.
![]() |
| Karya Mams, Wajah Bill Gate yang dipajang di media sosial |
Ibu muda berusia
tiga puluh tahun itu memang sudah sering memamerkan hasil lukisannya di media sosial
seperti Instagram, Twitter dan Facebook. Tapi hanya sebatas memajangnya di
sana. Mams belum tertarik menjual jasanya, karena merasa bukan pelukis
profesional.
Mams menyukai dunia
menggambar sejak di Taman Kanak-kanak. Tapi, khusus menggambar wajah orang atau
lukis potret, baru ditekuninya ketika dia duduk di bangku SMA. Kala itu ada
teman yang memintanya untuk menggambar wajah kekasih untuk dijadikan kado.
Tidak ada honor, melainkan gratis jajan di kantin. Mulai saat itu, Mams
menyadari bahwa bakatnya harus diasah.
Mams mengenal media
sosial sejak kerja di Kantor Perpustakaan. Kesempatan untuk berselancar di
internet dengan leluasa datang ketika kantornya menyediakan free wifi untuk pengunjung perpustakaan.
Mams segera memanfaatkan fasilitas tersebut untuk mengembangkan kemampuannya.
Mengunduh video tutorial menggambar di youtube, mencari informasi tentang dunia
ilustrasi, berteman dengan ilustrator dari negara lain di media sosial, terkadang
mengikuti kontes menggambar. Mams juga memanfaatkan buku-buku tentang menggambar
yang tersedia
di perpustakaan khususnya menggambar dengan pensil.![]() |
| Lukisan Wajah Hillary Clinton karya Mams |
Selain itu, Mams
juga berusaha meningkatkan kemampuannya berbahasa asing dengan belajar dari
buku perpustakaan. Seperti bahasa Jepang, Korea dan tentu saja bahasa Inggris. Karena
Mams tahu, bahwa mampu berbahasa asing akan membuatnya lancar berkomunikasi
dengan mereka yang berprofesi sama dari belahan dunia lain. Meski Mams masih sebatas belajar beberapa kosakata dasar untuk komunikasi sekadar menyapa atau menjawab sapaan.
Setiap malam,
ketika kantuk tak juga datang, Mams menggambar. Dia mencoba melukis wajah siapa
saja. Tokoh dunia, artis, penyanyi, keponakan dan teman, bahkan wajah suami dan
si kecil tak luput dari aksi corat coretnya diatas kertas. Beragam komentar berdatangan
di akun Instagram-nya. Ada yang memujinya, ada yang hanya mengacungkan dua
jempolnya bahkan ada yang meminta untuk dibuatkan lukisan wajahnya.
Dengan memanfaatkan
internet gratis dari kantor dan buku-buku perpustakaan, Mams bisa meningkatkan
kemampuannya dalam menggambar, berkomunikasi dengan orang asing, bahkan berhasil
membuat mereka kagum dengan kemampuan menggambarnya. Internet dan buku menyatu
dalam dunia ilustrasi Mams, membawa perubahan penting dalam kehidupannya. (***)



No comments:
Post a Comment