Saturday, November 19, 2016

PerpuSeru Pati, Kuasai Lukis Wajah dan 3 Bahasa Asing dari Perpustakaan



'Mams'  Wahyu Utami
Kuasai Lukis Wajah dan 3 Bahasa Asing dari Perpustakaan 


PerpuSeru. Hola, Buenos dias! Sebuah sapaan dalam bahasa Spanyol sempat membuat Wahyu Utami, atau sering dipanggil Mams, terhenyak sejenak. Perempuan muda itu tak menyangka seorang remaja yang mengaku dari Kolombia mengirimkan pesan lewat Instagram. Isinya, remaja bernama Gerson itu meminta untuk dibuatkan lukisan wajah dirinya oleh Mams. Gerson kagum dengan kemampuan Mams dalam menggambar potret.



Jauh sebelumnya, Mams juga pernah menggambar seorang pemuda Korea. Saat itu yang bersangkutan begitu antusias memberikan komentar. Mams sampai harus susah payah belajar bahasa Korea dan huruf Hangul. Mams sangat terkesan dan selalu teringat dengan kejadian itu. 
Karya Mams, Wajah Bill Gate yang dipajang di media sosial


Ibu muda berusia tiga puluh tahun itu memang sudah sering memamerkan hasil lukisannya di media sosial seperti Instagram, Twitter dan Facebook. Tapi hanya sebatas memajangnya di sana. Mams belum tertarik menjual jasanya, karena merasa bukan pelukis profesional.

Mams menyukai dunia menggambar sejak di Taman Kanak-kanak. Tapi, khusus menggambar wajah orang atau lukis potret, baru ditekuninya ketika dia duduk di bangku SMA. Kala itu ada teman yang memintanya untuk menggambar wajah kekasih untuk dijadikan kado. Tidak ada honor, melainkan gratis jajan di kantin. Mulai saat itu, Mams menyadari bahwa bakatnya harus diasah.



Mams mengenal media sosial sejak kerja di Kantor Perpustakaan. Kesempatan untuk berselancar di internet dengan leluasa datang ketika kantornya menyediakan free wifi untuk pengunjung perpustakaan. Mams segera memanfaatkan fasilitas tersebut untuk mengembangkan kemampuannya. Mengunduh video tutorial menggambar di youtube, mencari informasi tentang dunia ilustrasi, berteman dengan ilustrator dari negara lain di media sosial, terkadang mengikuti kontes menggambar. Mams juga memanfaatkan buku-buku tentang menggambar yang tersedia
di perpustakaan khususnya menggambar dengan pensil.
Lukisan Wajah Hillary Clinton karya Mams

Selain itu, Mams juga berusaha meningkatkan kemampuannya berbahasa asing dengan belajar dari buku perpustakaan. Seperti bahasa Jepang, Korea dan tentu saja bahasa Inggris. Karena Mams tahu, bahwa mampu berbahasa asing akan membuatnya lancar berkomunikasi dengan mereka yang berprofesi sama dari belahan dunia lain. Meski Mams masih sebatas belajar beberapa kosakata dasar untuk komunikasi sekadar menyapa atau menjawab sapaan.

Setiap malam, ketika kantuk tak juga datang, Mams menggambar. Dia mencoba melukis wajah siapa saja. Tokoh dunia, artis, penyanyi, keponakan dan teman, bahkan wajah suami dan si kecil tak luput dari aksi corat coretnya diatas kertas. Beragam komentar berdatangan di akun Instagram-nya. Ada yang memujinya, ada yang hanya mengacungkan dua jempolnya bahkan ada yang meminta untuk dibuatkan lukisan wajahnya.

Dengan memanfaatkan internet gratis dari kantor dan buku-buku perpustakaan, Mams bisa meningkatkan kemampuannya dalam menggambar, berkomunikasi dengan orang asing, bahkan berhasil membuat mereka kagum dengan kemampuan menggambarnya. Internet dan buku menyatu dalam dunia ilustrasi Mams, membawa perubahan penting dalam kehidupannya. (***)


No comments:

Post a Comment